Rabu, 12 Agustus 2015

Semua Bisa Jadi Bung Towel



 



Sewaktu pertama kali menikmati acara The Comment di Net TV, saya menyadari sebenarnya acara ini secara tidak langsung menggambarkan sebagian manusia Indonesia yang punya profesi tetap-sampingan. Komentator. Makanya Bung Towel ndak pernah sombong dengan profesinya sebagai komentator bola, wongpada kenyataannya seluruh rakyat Indonesia bisa jadi komentator. Bahkan lebih ‘cerdas’ dari Bung Towel. Bagaimana tidak, wong penonton bola layar kaca di Indonesia, selain berkomentar yang wajib pesimis sama kualitas timnas, mereka ndak lupa juga mengkomentari Bung Towelnya sendiri. Mungkin selain ada sertifikasi guru, Pak Jokowi harus mulai memikirkan program sertifikasi komentator bagi seluruh rakyat Indonesia, mulai dari kawula muda sampai ke para veteran.

Saya pun ndak meragukan kualitas dari sebuah satuan kuantitas komentar yang dilontarkan oleh sebagian manusia Indonesia. Banyak dan beragam. Ndak pernah habis. Apa yang bisa dikomentari, komentar saja. Mulai dari pentil ban sampai kuku jari kelingking kaki. Dan jelas, ndak lupa komentarnya itu dibumbui dengan pengamalan ilmu pernyinyiran Indonesia. Ndak ada solusi. Komentar tanpa mau tau permasalahan yang sebenarnya terjadi pada si ‘korban’. Kritik tanpa memberi saran. Bertanya hanya sekedar biar terlihat lebih tinggi derajatnya. Warbiyasak. Ini tipe komentator “Askhole”

Namun sebagian manusia Indonesia lainnya ialah komentator yang baik. Komentator penyayang. Mengkritik untuk memberi saran. Bertanya karena khawatir. Berbicara yang diikuti dengan tindakan yang mendukung. Berkomentar untuk menciptakan sebuah diskusi positif. Memberi saran dalam batas intervensi. Mendoakan yang benar mendoakan. Ndak sekedar “iya nanti aku doain” saja.  Ini ialah bentuk cinta. Ini komentator dengan rasa cinta yang dalam kepada komentee-nya. Inilah Bung Towel. Yang ndak pernah menyerah mengomentari sepakbola Indonesia yang selalu menyelipkan doa dan harapan untuk persepakbolaan Indonesia. Ini tipe komentator “Bung Towel”


Ayolah, semua bisa jadi Bung Towel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Budayakan Komen yaaa :D